You are here

OGH Expo III yang Benar-benar Luar Biasa

OGH Expo III yang benar-benar Luar Biasa

Bukti bahwa UMKM bertajuk Organik, Sehat dan Ramah Lingkungan tidak dapat dianggap sepele! Hanya di Organic, Green & Healthy Expo of Indonesia III, 2013

 

Persiapan

Halaman parkir Orange Studio di kompleks Kompas Gramedia Group, Palmerah Barat seluas kurang lebih 6.000 meter persegi hampir separuhnya ditutup oleh tenda ukuran besar berbentuk huruf O dengan posisi panggung utama ditengah-tengah.

Persiapan pemasangan tenda dikerjakan sejak tanggal 1 siang, dan dilanjutkan dengan pengisian booth sejak tanggal 2 malam harinya.

Yang istimewa dari penempatan booth kali ini adalah, tidak ditempatkannya tanda batas antara booth, sehingga patokannya hanya ditaruh meja dan dua kursi. Namun para pengisi stand dengan otomatis menempatkan dirinya pas pada porsinya, tidak melebihi dan tidak seenaknya melanggar ruang tetangganya. Perilaku ini harus menjadi kebiasaan di setiap OGH Expo dari tahun ke tahun.

Pengguntingan Pita di Hari I

Hari pertama ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ibu Yasmin Gita Wirjawan dan Ibu Sara Moriarty, Istri Duta Besar Australia. Didampingi pula oleh Bapak Nugroho Yudho dari Kompas Gramedia Group. Acara hari itu sangat informal, dan santai, sehingga suasana pun menjadi kondusif, berisi bincang-bincang sederhana pengungkapan rasa senang dan bangga dari Ibu Yasmin dan Ibu Sara mengenai OGH Expo.

Selain gunting pita, prosesi juga dilanjutkan dengan penandatanganan Papan Komitmen Indonesia Lebih Sehat yang ditandatangani oleh semua tamu kehormatan dan juga para peserta yang hadir.

Dengan papan ini, KOI melalui OGH Expo nya bertekad untuk membuat Indonesia lebih Sehat, Lebih Berkualitas, Lebih Baik lagi.

Hari II – Opening Ceremony

Di hari kedua, OGH Expo kedatangan banyak tamu-tamu kehormatan. Mereka hadir untuk memberi sambutan pada Acara Pembukaan resmi OGH Expo of Indonesia III – 2013. Diantaranya yang hadir adalah: Ibu Dewi Motik, Alena Wu, dr. Sonia Wibisono, Pejabat Kementrian Perdagangan dan Direksi Kompas Gramedia.

Para tamu memberikan pandangan dan rasa bangganya terhadap diadakannya Expo bertajuk Hidup Selaras Alam ini. Seperti kata-kata Ibu Dewi Motik, yang menguatkan kita semua terutama KOI untuk berjejaring dan bertekad penuh, pantang mundur menjalankan kegiatan seperti ini, memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara, terlepas dari apakah kita mendapat bantuan atau tidak. Sehingga masyarakat Indonesia dan dunia dapat memperoleh manfaatnya.

Dokter Sonia Wibisono dan Alena Wu juga ikut menceritakan pengalaman dan kehidupannya sehari-hari yang mengutamakan kesehatan. Dan di kegiatan ini, masyarakat Indonesia bisa memperoleh ilmu, sharing pengalaman, dan juga produk-produk bagus dengan harga produsen langsung.

Kehadiran Puteri Indonesia Lingkungan 2013

Tanpa disangka, di hari-hari terakhir, OGH Expo 3 ini juga dihadiri oleh Puteri Indonesia Lingkungan 2013, Miss Marissa Sartika Maladewi. Mbak Icha, demikian dia dipanggil, menyempatkan diri menandatangani papan Komitmen Indonesia Menjadi Lebih Sehat, memberikan sambutan yang meriah serta apresiasinya kepada teman-teman panitia dan peserta expo dan juga pengunjung.

Mbak Icha juga menyempatkan diri berkeliling mengunjungi stand satu persatu dan mampir di ruangan donor darah yang dikelola oleh Blood 4 Life.

Kedatangan Icon lingkungan di Indonesia ini tentunya menambah semangat bagi para panitia dan juga peserta, bahwa gerakan kita mulai dilihat dan diperhitungkan oleh beberapa pihak.

Program Acara OGH Expo III

Selama 4 hari ini, OGH Expo berhasil menghadirkan berbagai pembicara dengan berbagai topik yang sangat menarik dan bermanfaat.  Dari Yoga Gembira bersama anak-anak berkebutuhan khusus dan dewasa, hingga Workshop membuat Sampah menjadi Uang yang dibawakan oleh Omah Kenken – Nuning Widowati. Ada juga talkshow mengenai Terapi Bunga, yang menyembuhkan dengan menggunakan bunga-bungaan dan membuat tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. Tidak kalah ketinggalan Bisnis Coach untuk para UMKM Sociopreneurs.

Tercatat ada 56 program acara memenuhi 3 panggung yang tersedia selama Expo berlangsung. Ditambah dengan workshop berkesinambungan di dua lokasi: Lumintu yang mengajarkan anak2 menyusun barang2 bekas menjadi robot, tank, dan pajangan lainnnya; dan Omah Ken Ken yang mengajarkan anak-anak untuk mengubah sampah bekas botol susu menjadi celengan, box pajangan dan benda bermanfaat lainnya.

Diantaranya yang seru dan menginspirasi adalah Yoga Gembira untuk anak-anak autism

Lalu ada juga yang tak kalah menarik, yaitu penempatan kantong sampah berwarna warni yang ditulisi keterangan yang mengedukasi, agar masyarakat sadar untuk membuang sampah dengan benar.

Tidak berhenti disini, sampah yang dikumpulkan dan dipisah benar2 dimanfaatkan dengan benar pula. Sampah organik diberikan kepada Bank Sampah untuk pupuk organik, dan sampah plastic serta kertas diberikan kepada para pengrajin recycle seperti Lumintu dan Waste 4 Change.

 

Greenpreneurship Award III

Acara Greenpreneurship Award yang selalu dibuat mengikuti OGH Expo, kali ini sudah yang ketiga kalinya diadakan. Kriterianya memilih Entrepreneurs yang memiliki semangat dan dedikasi sosiopreneurs yang tinggi, Produk yang paling innovative dan green, serta Bisnis yang paling inspiratif.

Pemenang Entrepreneurs adalah Yuri Pratama - Urchindo yang memberdayakan nelayan di kepulauan seribu dengan membudidayakan bulu babi, dan dalam kesempatan yang sama juga melestarikan lingkungan terumbu karang yang bersih dari bulu babi yang memakannya, juga meningkatkan arus pariwisata karena pantainya bersih dari hama. Disamping itu bulu babi juga dapat dijual dengan harga tinggi ke restoran jepang dan pabrik kosmetik.

Pemenang Produk adalah Wedang Beras Hitam – Sochibudin, yang membuat produk dari beras hitam yang langka namun berkhasiat tinggi, menggunakan teknologi maju yang ramah lingkungan.

Sedangkan pemenang Bisnis Terinspiratif adalah LAN Jabar dengan Hidroponiknya, dinilai oleh para jury dari Reader’s Digest Indonesia, booth LAN sangat ramai dan menjadi daya tarik yang luar biasa.

Para pemenang ini mendapatkan piagam dari RDI dan expose di media dan berhak mendapatkan pelatihan senilai Rp. 5.000.000,-

Pada kesempatan ini juga, KOI yang penulisannya dimotori oleh Christopher Emille, menerbitkan buku mengenai Organic Heart Organic Mind – Gaya Hidup Organik pertama dengan versi umum. Diterbitkan oleh Mizan Publishing dan di Launching pada saat pembukaan OGH Expo 3.

Endorsement Puteri Indonesia Lingkungan 2013 untuk Buku Organic Heart Organic Mind

Buku setebal 200 halaman ini ingin mengkampanyekan hidup selaras alam, dimana dengan bersahabat dengan diri kita dan lingkungan disekitar kita, pada gilirannya akan memberikan kesehatan optimal tanpa biaya yang mahal. Hidup sehat itu murah dan sederhana.

Peserta Pameran

Tercatat ada 132 booth Bazaar dan 15 booth Festival Kuliner Sehat, yang mengisi Expo diatas lahan seluas lebih dari setengah hektar ini. Mereka terdiri dari: UMKM, Asosiasi, dan Komunitas. Seluruh peserta ingin menyuarakan Hidup Selaras Alam, membuat Indonesia lebih baik.

Pada expo kali ini, areal food court disediakan khusus agar para pengunjung dapat menikmati hidangan sehat dan lezat, menampik pemikiran selama ini yang menganggap makanan sehat identik dengan tidak enak dan mahal.

 

Pengunjung Berlimpah

Lebih dari 10.000 pengunjung memadati expo selama 4 hari ini. Bahkan angka ini diperkirakan tembus hingga 12.000 orang.

Beberapa booth menyatakan produknya laris manis, dan beberapa komunitas mengatakan booth nya dibanjiri tamu. Namun ada beberapa peserta mengatakan produknya tidak terlalu berjalan baik.

Booth foodcourt dengan nama Festival Kuliner Sehat juga dibanjiri pengunjung yang ingin menikmati hidangan sehat non-msg, non-pewarna&pengawet, non pemanis sintetis.

Selama acara berlangsung, pengunjung juga ditemani dengan musik perkusi yang menggunakan barang-barang bekas. Mereka, Perkumpulan Musik Anak Langit membawakannya dengan apik dan cantik.

Organic, Green & Healthy Expo of Indonesia ke 3 di tahun 2013 ini mencatatkan sejarah penyelenggaraan Expo bertajuk Selaras Alam terbesar di Indonesia. Expose media yang berkali-kali, dan banyaknya daya tarik yang ditampilkan, membuat karya putera bangsa ini pantas untuk disebut sebuah Mahakarya Indonesia!

 

Sampai jumpa di OGH Expo IV, 2-5 Oktober 2014, di Kompas Gramedia

KOMUNITAS ORGANIK INDONESIA